Resume Artikel : Kodrat Alam dan Pembelajaran Berdiferensasi

Judul : Kodrat Alam dan Pembelajaran Berdiferensasi 

Oleh : Kanizah, M.Pd

Dalam penyempurnaan Kurikulum 2013 melalui kurikulum prototipe yang juga disebut sebagai kurikulum paradigma baru, untuk menghindari terjadinya "kerusuhan" dalam penilaian dan evaluasi, proses pembelajaran dilakukan secara berdiferensasi. Pembelajaran berdiferensasi adalah pembelajaran yang mengakomodasikan kebutuhan belajar murid dengan karakteristik yang berbeda-beda sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Karakteristik yang berbeda ini memiliki spektrum sangat luas sesuai kodrat alam yang dimiliki murid. Analoginya sama seperti ikan tidak bisa dipaksa berlali, gorila tidak disuruh terbang, monyet tidak harus menyelam sampai dasar laut. Karena kodrat alamnya tidaklah sama.

Yang artinya adanya penyesuaian terhadap minat, preferensi belajar, kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar, bukan pembelajaran yang diindividualkan.Namun lebih cenderung kepada pembelajaran yang mengakomodasikan kekuatan dan kebutuhan belajar siswa dengan strategi pembelajaran yang independen. Ciri-ciri pembelajaran berdiferensasi antara lain, lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.

Dalam pelaksanaannya, ada tiga strategi diferensasi.

1. Diferensasi konten yang merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah isi materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum

2. Diferensasi produk berfokus pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan dan pengembangan apa yang telah dipelajari.

3. Diferensasi proses merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang  dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi atau konten materi.

Ada beberapa tantangan penerapan praktik pembelajaran berdiferensasi ini, diantaranya adalah kelas klasikal yang memiliki jumlah murid banyak sehingga keragaman pilihan dan asesmen yang harus disiapkan juga harus matang, kesiapan belajar dan lingkungan belajar yang dapat memengaruhi proses pembelajaran. 

Butuh dukungan dari berbagai pihak agar pembelajaran diferensasi ini dapat terlaksana. Edukasi tentang pembelajaran berdiferensasi tidak hanya diperlukan oleh murid sebagai subjek dan objek pembelajaran, namun juga oleh masyarakat luas, terutama oleh keluarga. 

Berdasarkan konsep kecerdasan majemuk Howard Gardner dan konsep kecerdasan triarkis Robert Sternberg ada delapan jenis kecerdasan, yaitu Verbal-Lingugal; Logika Matematika; Visual Spasial; Fisik Kinestetik; Musikal; Interpersonal; Intrapersonal; dan Naturalis. Dari kecerdasan majemuk tersebut bisa saja anak memiliki lebih dari sati jenis kecerdasan. Sejatinya anak adalah milik masa depan. 


Komentar